Langsung ke konten utama

Hamil: Ketika Faskes Tingkat I (FKTP) tidak ada Poli KIA nya

Ini kehamilan kedua ku dimana aku memanfaatkan bpjs dengan memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bukan di puskesmas.

Sejujurnya lebih enak dari awal untuk pilih di puskesmas jika kondisi hamil. Akupun dari awal juga pilih puskesmas ditempat domisili, tapi begitu pulang kampung aku pindah FKTP di klinik biasa. Aku pulang kampung untuk keperluan melahirkan, dan sepengalamanku saat hamil anak pertama, fktp di klinik biasa lebih dimudahkan jika ingin meminta rujukan ke rs untuk usg. 

Jadi, berangkat dari pengalaman itu dikehamilan kedua ini aku pilih lagi klinik biasa sebagai fktp ku. Klinik yang aku pilih itu hanya melayani dokter umum dan dokter gigi, jadi jika ada pasien hamil selalu dirujuk ke rs tipe d untuk pemerikasaan kehamilannya.

Tapi ternyata kali ini berbeda, ketika aku meminta rujukan ke rs untuk usg di trimester ke 3 tidak langsung diberikan. Ternyata ada aturan baru, untuk pasien ibu hamil akan di rujuk ke puskesmas.

Menurutku agak rancu juga ya.. sesama fktp kenapa bisa merujuk, ternyata istilah rujuk sesama fktp itu lebih tepatnya rujukan kerja sama bukan karna bpjs. Jadi karna di klinik itu tidak ada fasilitas KIA dan laboratorium jadi pihak klinik ber MoU dengan Puskesmas untuk pemeriksaan dasar yang lebih lengkap untuk beberapa kasus, contohnya ibu hamil ini.

Menurutku ini dilakukan buat mengurangi rujukan-rujukan ke rs yang sebenerny masih bisa ditangani di FKTP. Mungkin efektif tapi ga efisien karena sejujurnya malah membuat pasien muter-muter. Kalau tau dari awal begini lebih baik selalu pilih FKTP di puskesmas, yang pasti lengkap untuk pemeriksaan dasarnya.

Jadi kalau buat bumil-bumil nih better FKTP nya puskesmas, selain bumil mungkin bisa pilih klinik biasa karena akupun baru tau mengapa klinik biasa gini yang tidak lengkap tapi banyak pasien bpjs nya?

Ternyata alasannya karena praktek dokternya tidak seperti di puskesmas yang hanya di jam 08.00-14.00. Dokter praktek di klinik ada dua shift, pagi sampai siang dan sore sampai malam, jadilah solusi buat orang-orang yang sibuk kerja di pagi hari tapi ingin periksa dokter dengan gratis.

Nah kembali lagi untuk kasus ku yang dirujuk/diminta ke puskesmas ini. Di puskesmas aku menjalani pemeriksaan kehamilan seperti pada umumnya, pengukuran tfu, ukur djj,dan cek lab. Hasil dari pemeriksaan ini nantikan akan di baca oleh dokter di klinik lalu diputuskan apakah bisa diberi rujukan ke rs atau tidak.

Andai FKTP aku dari awal di puskesmas, begitu hasil pemeriksaan keluar, yang akan menentukan perlu rujuk ke rumah sakit atau tidak adalah dokter di puskesmas yaa. Tidak perlu di oper ke tempat lain lagi hanya untuk penentuan perlu rujukan rs atau tidak.

Karena jujur dengan kondisi hamil tua bolak-balik klinik-puskesmas-klinik itu sungguh melelahkan huhu.

Akhir kata, semoga sehat selalu untuk para bumil yaa! :)


*note: ohya aku baru tau kalau di puskesmas sekarang bisa usg kehamilan lho! Dan ini pasti membuat bumil lebih susah lagi untuk minta rujukan ke rs hanya dengan alasan ingin usg.

Komentar